Berita Indonesia Terbaru|Friday, April 18, 2014
You are here: Home » berita » [112] Menguak Konspirasi Kedelai

[112] Menguak Konspirasi Kedelai 

Tweet

Salam Perjuangan!

Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali ke ruang baca Anda. Semoga Anda semua dalam lindungan Allah SWT dalam menjalani seluruh aktivitas. Amin.

Pembaca yang dirahmati Allah, persoalan yang dihadapi umat ini silih berganti tak kunjung usai. Satu diselesaikan, muncul kasus baru lainnya. Dan bahkan, sering umat Islam ini hanya menjadi pemadam kebakaran di tengah kasus-kasus yang berakar dari ideologi asing yang kufur.

Ketika ada gejolak di tengah masyarakat, pemerintah melalui para ulama meminta masyarakat sabar. Tapi giliran masyarakat, khususnya umat Islam, meminta kepada pemerintah untuk menerapkan Islam, mereka tak mau.

Kasus Miss World yang digelar di Bali, nyatanya tetap berlangsung meskipun organisasi besar umat Islam seperti NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir, Hidayatullah, dll menolaknya. Dalih bahwa ajang itu hanya ditolak oleh kelompok yang mereka sebut radikal, terbantahkan.

Tapi itulah. Di negeri yang menerapkan sistem kapitalis-sekuler ini, semua serba boleh kecuali satu yakni menerapkan Islam secara kaffah. Begitu Islam menonjol, mereka akan berteriak-teriak seakan Islam itu akan membawa keburukan, memecah belah, diskriminatif, dll. Begitulah, orang-orang kafir dan munafik bahu membahu menghantam Islam dan kaum Muslim.

Pembaca yang dirahmati Allah, selama khilafah belum tegak maka tidak ada yang bisa menerapkan Islam secara kaffah. Mustahil negara demokrasi—yang dipimpin oleh seorang Muslim—mau menerapkan Islam secara kaffah. Sebab, demokrasi memiliki satu prinsip pokok bahwa hak membuat hukum ada pada manusia, bukan pada Allah SWT.

Maka wajar dalam sistem demokrasi liberal sekarang, masyarakat akan terus terlilit masalah. Salah satunya yang kami bahas dalam Media Utama kali ini yakni soal kedelai. Coba bayangkan, hanya soal kedelai saja, pemerintah tak bisa berkutik oleh pengusaha. Bagaimanatah lagi dengan soal yang lainnya?

Negeri Indonesia yang subur ini ternyata kini hanya menjadi ladang bisnis importir kedelai. Bukan ladang kedelai yang luas. Lho kok bisa? Mengapa itu bisa terjadi? Simak pembahasannya di Media Utama.

Tak lupa kami pun menyajikan satu bentuk intervensi asing yang sedang menyasar Indonesia melalui penjajahan ekonomi. Melalui pertemuan APEC yang berlangsung di Bali, Amerika mencoba mengangkangi kawasan Asia Tenggara dan Pasifik secara ekonomi. Bagaimana itu terjadi?

Jangan lupa baca pula rubrik-rubrik lainnya yang tak kalah menarik isinya. Termasuk kisah pejuang dakwah yang sangat pemberani di Irak. Anda bisa temukan di rubrik Sosok.

Akhirnya, kami sampaikan selamat membaca! Jangan lupa kabarkan isinya kepada saudara kita yang lainnya.[]

Source: http://mediaumat.com/salam-redaksi/4836-112-menguak-konspirasi-kedelai.html

Tweet

Add a Comment